JoomlaWatch 1.2.12 - Joomla Monitor and Live Stats by Matej Koval
“Pemimpin Bukanlah Seorang Penguasa” Cetak

SEBUAH PARADIGMA BAHWA SEORANG PEMIMPIN ITU SEBENARNYA BUKANLAH PENGUASA. KARENA PEMIMPIN YANG BENAR - BENAR DASARNYA ITU “BENAR”, ADALAH MAMPU MENGGERAKKAN ORANG LAIN, MEMPENGARUHI ORANG LAIN UNTUK BERBUAT LEBIH DALAM ARTIAN YANG POSITIF, MENJUNJUNG TINGGI PRIORITAS KERJA SAMA.

Walaupun masih ada saja orang yang beranggapan bahwasannya pemimpin itu adalah orang yang memiliki derajat tinggi, ditakuti, dan semacam memiliki hak veto dalam bahasa kasarnya. Penguasa adalah orang yang berkuasa. Mereka bisa bertindak apa saja sesuai dengan kasta yang mereka pegang saat ini. Bahkan, orang - orang lebih takut kepada pemimpin yang memiliki jabatan ketimbang yang berkarakteristik ataupun memiliki daya pengaruh yang tinggi. Heran… kenapa justru yang disegani adalah pemimpin yang berkuasa dan bukan pemimpin yang benar - benar dasarnya itu “benar”? Yang jelas, sangat berbeda antara pemimpin dan penguasa. Pemimpin itu memiliki integritas tinggi, lalu memiliki ide - ide untuk melakukan perubahan, cenderung lebih peka ketimbang seorang penguasa.

Pemimpin itu selalu dikenal abadi. Sekali seorang mampu memimpin kelompok perang, maka selamanya banyak yang akan percaya dengan pengaruh yang dibawakannya. Tetapi, penguasa itu di segani karena jabatannya. Dan yang namanya penguasa itu tidak akan kekal karena jabatannya masih bisa naik turun dari waktu ke waktu. Jika ada seorang pegawai rendahan diperintah oleh pemimpin yang berkuasa, maka pegawai tersebut akan melakukan perintah. Tetapi, semaklum - maklumnya pegawai tersebut melakukan kegiatan yang diperintahkan oleh atasan, pasti tetap akan merasa dongkol di dalam hati. gak percaya???? buktinya, pasukan Pro - Khadafi itu sebenarnya adalah Kontra tetapi karena “keterikatan” dengan seorang penguasa semacam Khadafi, maka para pasukan tersebut hanya bisa memendam rasa keinginannya saja.

Penguasa hanya bisa membatasi kegiatan yang dilakukan oleh seorang yang di bawahnya. Namun pemimpin yang cerdas dan adil tidak memperdulikan hal semacam pengkastaan semacam itu. Pemimpin cenderung mengajak orang, menghipnotis orang dengan cara yang baik, untuk hal baik dan demi hal yang baik pula. Kalau saja seorang penguasa mengerti makna asli dari yang namanya Leadership, mungkin tidak akan terjadi perasaan takut, dongkol dari seorang bawahannya karena perintah yang diberikan oleh seorang atasan. Hal yang perlu diingat dari seorang penguasa jika ingin menjadi pemimpin yang benar - benar dasarnya “benar” adalah takut akan Tuhan (“TAKUT AKAN TUHAN ADALAH PERMULAAN PENGETAHUAN”Amsal 1:7), menjunjung tinggi rasa kekeluargaan, menghilangkan rasa kesombongan, memerintah demi hal baik dan saling mengkoreksi diri.

“sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang." (Matius 20:28)

Marfan F. Nikijuluw (Cermin - Warta Jemaat, 25 Maret 2012)