Lindungilah Anak-Anakmu !

sayanganakMendengar dan juga menyaksikan yang akhir-akhir ini terjadi, banyak orang mengatakan : Ngeri. Mengapa? Karena kejadian demi kejadian yang muncul di siarkan radio, ditulis di koran-oran, dan yang diberitakan  di televisi adalah bentuk-bentuk kekerasan kepada anak-anak. Baik kekerasan fisik, maupun kekerasan secara seksual. Dan lebih menyedihkan lagi adalah peristiwa-peristiwa itu terjadi di lingkungan yang seharusnya merupakan tempat yang aman bagi anak-anak; sekolah, rumah, kampung. Dan lagi, yang melakukan adalah orang-orang yang mestinya dapat dipercaya; seorang ayah (kandung atau tiri), saudara, sahabat keluarga, guru, petugas di sekolah, dll.

Kalau demikian, di mana tempat yang aman bagi anak-anak kita? Kalau demikian, siapa orang yang dapat dipercaya oleh orang tua? Banyak orang membaca itu dengan kekhawatiran, lalu melindungi anak-anaknya sedemikian rupa dengan maksud supaya anak-anaknya tidak menjadi korban. Ada juga orang yang membaca hal itu dengan pasrah, namun tidak berbuat apa-apa; “yang terjadi, terjadilah.” Lalu, apa yang perlu kita lakukan? Sebagai orang tua kita tidak bisa melindungi anak kita sedemikian rupa sehingga ia/ mereka terkungkung dalam kehidupan yang asosial, atau membiarkan anak-anak kita tergerus oleh keadaan zaman. Di tengah kehidupan masyarakat yang sedang sakit; karena dihadapkan kepada kita segala jenis dan bentuk kekerasan, maka kita perlu mulai mengoreksi semua yang ada pada kita. Ini memang membutuhkan kerjasama semua pihak; orang tua, sekolah, gereja dan lingkungan. Dan itu perlu diawali dari diri kita sendiri.

Kita tidak mungkin menyuruh stasiun-stasiun televisi untuk menghentikan tayangan televisi yang tidak mendidik; penuh kekerasan dan gaya hidup yang menyimpang. Yang bisa kita lakukan adalah mendampingi anak-anak kita ketika mereka menyaksikan televisi dan menyeleksi tayangan-tayangan itu; mana yang memang cocok untuk anak-anak sesuai dengan usia mereka. Jangan sekedar merasa aman ketika anak-anak kita sodori film kartun. Justru dalam film macam ini pun seringkali diajarkan kekerasan (contoh : film Tom and Jerry).  Kita juga tidak mungkin melarang anak kita “berselancar” di dunia maya melalui internet. Yang bisa kita lakukan adalah menyediakan tempat yang memungkinkan kita tetap tahu situs-situs apa yang mereka buka.

Kita tidak mungkin melarang anak-anak kita bermain dengan teman sebayanya. Yang bisa kita lakukan adalah tetap menjadi teman yang baik buat anak-anak kita, bukan ayah/ ibu yang penuh dengan perintah, larangan, pukulan, dll sehingga ia bisa cerita dan memberitahukan kepada kita apa yang sedang ia alami, rasakan dan  gumuli.  Dan tentu masih ada banyak hal lain yang bisa kita lakukan. Intinya: mari kita hadapi segala kemajuan, perkembangan  dunia ini dengan segala yang negatif maupun positif di dalamnya dengan arif dan bijaksana. Di atas semuanya itu, orang tua harus bisa menyadari: apa yang kita lakukan kepada anak-anak kita, kitalah yang akan menuai hasilnya. Karena itu Paulus dalam kitab Kolose mengatakan:

Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya. (Kolose 3:21)

Prilaku kita kepada anak-anak kita akan menentukan : seperti apa anak-anak kita. Kalau kita mendidiknya dengan kemarahan, maka anak akan belajar hidup dengan kebencian. Kalau kita mendidiknya dengan hal yang negatif, maka ia akan belajar melakukan segala sesuatu dari kacamata negatif. Sebaliknya kalau kita mendidiknya secara positif, membekalinya dengan cara dan gaya hidup yang positif, maka ia pun juga akan berlaku dengan positif.  Jadi, sekarang tinggal pilihan kita: kita mau mengiring langkah anak-anak kita dengan positif, atau dengan negatif?

AW (Cermin - Warta Jemaat, 18 Mei 2014)

Hubungi Kami

Gereja Kristen Indonesia Serpong
Giri Loka 2, Jl. Gunung Merbabu Blok R
BSD City, Tangerang Selatan, Banten
INDONESIA

Phone: 021-5370366, 021-70604891
Fax: 021-5372125, Email: kantor@gkiserpong.org
Naskah artikel ke webgkis@gmail.com

Kantor Gereja

Jam Kerja Kantor:
Hari Minggu: Pkl. 07:00-12:00 & 16:30-19:00 wib
Hari Selasa s/d Sabtu: Pkl. 08:00-16:00 wib

Kunjungan

Flag Counter