|

|
|
Mengenang Martin Luther |
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Merebaknya berbagai
bencana belakangan ini membuat orang mengilas balik kenangan hidup. Banjir yang
melanda Jakarta dan sekitarnya dijadikan ironi untuk menyindir pemerintahan
ibukota negara ini. Seakan belum puas melihat warga metropolitan bersedih,
Gunung Merapi meletus kembali, menghadirkan berpuluh korban meninggal, termasuk
sosok rendah hati yang sudah melegenda di sanubari, Mbah Maridjan.
Bangsa ini harus
kehilangan warganya satu persatu. Empati bermunculan sebagai imbas dari semua
keganasan alam yang membuat orang menangis dan terluka. Ucapan belarasa
terlontar dan himbauan untuk berdoa bagi negeri ini dicetuskan. Upaya untuk
mewujudkan harapan melihat kemarahan alam ini mereda ternyata tidak berhenti
sampai di situ.
|
|
Baca lebih lanjut...
|
|
|
Survey |
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Tanggal 20 Oktober lalu adalah satu tahun periode
kedua presiden SBY. Dan seperti biasanya, maka beredarlah banyak percakapan,
diskusi, debat, sampai demo. Ada
yang mendukung, ada yang menentang. Dan memang hari itu merupakan hari yang
banyak aktivitas, sekalipun ekonomi tidak terlalu terpengaruh dengan peringatan
ini.
Yang menarik adalah selalu hadir
survey. Dan hari itu sebuah stasiun televisi menghadirkan dua hasil survey
dari dua lembaga yang berbeda tentang kepuasan masyarakat terhadap kinerja presiden,
wakil presiden dan presiden dan wakil presiden. Yang menarik adalah hasil
survey yang dipaparkan berbeda sangat jauh. Survey yang satu mengatakan sangat
puas, survey yang lain mengatakan sangat tidak puas. Kalau begini, Ialu
bagaimana dengan apa yang terjadi sebenarnya? Puaskah rakyat yang dipimpin saat
ini? Tidak jelas, karena memang dua survey ini berbeda sangat jauh
|
|
Baca lebih lanjut...
|
|
Indahnya Kemanusiaan |
|
|
Menolong orang lain? Ah jangan dulu. Kita ‘kan masih
membutuhkan. Kita pusatkan dulu ke dalam baru ke luar.
Pemikiran semacam itu kadang hadir dalam benak kita.
Seakan-akan menolong itu berarti rugi. Benarkah? Peristiwa di Cile menunjukkan
sebaliknya. Keputusan Presiden Sebastian Pinera menolong 33 petambang yang
terjebak di kedalaman 700 meter, mungkin dapat disebut rugi. Bagaimana tidak,
untuk menyelamatkan mereka dibutuhkan dana 20 juta dollar AS! Padahal Cile
tengah terkena dampak krisis ekonomi global. Tidak hanya itu, para jaksa pun
diperintahkan untuk mencairkan dana agar keluarga korban yang terjebak dapat
mengambil dana di Bank. Bahkan Presiden membatalkan kunjungan ke Eropa demi
misi kemanusiaan itu.
|
|
Baca lebih lanjut...
|
|
|
Berapa Lama Lagikah? |
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Hujan
yang terus-menerus mengguyur bumi di Jakarta dan sekitarnya membuat suhu udara
menurun. Akan tetapi hal ini rasanya tidak disyukuri oleh sebagian besar warganya.
Mengapa demikian? Karena curahan dari langit itu mengakibatkan masalah baru
yang sesungguhnya sudah lama diderita warga ibukota selama ini.
Bukan
hal yang aneh kalau kita membaca berita atau mendengar kabar banjir melanda
kota terbesar negeri ini. Sejak beberapa dekade belakangan ini cerita tentangnya
menghiasi halaman-halaman koran, disertai laporan bertambahnya kemacetan
sebagai salah satu dampaknya.
|
|
Baca lebih lanjut...
|
|
Kekerasan |
|
|
Peristiwa-peristiwa dalam sepekan ini
mengejutkan banyak orang karena daiam waktu satu dua hari, kekerasan demikian
gamblang dipertontonkan di hadapan kita. Yang pertama dalam satu hari, konflik horizontal
di Tarakan yang mengakibatkan lumpuhnya kota
Tarakan. Bentok antar dua etnis yang dipicu oleh sebab yang biasa, menjadikan kota Tarakan mencekam.
Dalam waktu beberapa jam, di Jakarta Selatan juga terjadi hal yang sama, Dua kelompok
yang sudah menyimpan amarah bentrok di sekitar Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Beberapa orang meninggal dan tertuka.
Sehari kemudian, terjadi penyerangan
kantor Polres di Nusa Tenggara barat, dan meledaknya bom di Bekasi. Di Nusa Tenggara Barat dipicu oleh karena dua
orang yang menyebabkan kerusuhan tahun 2008 ditangkap oleh polisi, kelompoknya
tidak setuju maka rnereka menyerang Mapolres. Di Bekasi, seorang pria
meledakkan bom dengan ledakan kecil, yang menyebabkan dirinya patah tangan dan
kaki kanan. Belum kita lupa kekerasan yang dilakukan kepada orang yang akan
beribadah di Bekasi, dan larangan beribadah untuk sebuah rumah ibadah yang
sudah lengkap izinnya, sudah menang dalam seluruh tingkat pengadilan, sampai ke
Mahkamah Agung di Bogor, masyarakat kembali disuguhi dengan kekerasan-kekerasan
yang berikutnya,
|
|
Baca lebih lanjut...
|
|
|
|
|
<< Awal < Sebelumnya 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Selanjutnya > Akhir >>
|
|
Halaman 19 dari 22 |